Posted by: amgy | February 11, 2008

Renungan TAFAKKUR DAN TADZAKKUR

Oleh Adeng Muchtar Ghazali

Tafakkur dan tadzakkur adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam konteks pengabdian kepada Allah SWT. Tafakkur merupakan aktifitas akal dalam merenung, berfikir, dan menyadarkan manusia ttg dirinya sendiri, bahwa dia tidak sendiri, tidak jadi dengan sendirinya, punya fitrah moral dan kebaikan, yang didatangkan dari Penciptanya, yaitu Allah SWT. Itulah essensi tafakkur dalam Alqur’an. Sedangkan tadzakkur adalah kesadaran yang diperoleh melalui proses berfikir, untuk menggugah dan menyadarkan fitrahnya, yaitu segala tindakannya senantiasa didasari dan disadari atas perintah Allah. Dalam Surat Ali Imran 190-191 mengungkapkan essensi ini :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Dari ayat di atas, tafakkur dan tadzakkur memiliki makna merenung kejadian alam raya karena setelah memperhatikan dan merenungkannya dengan mendalam akan mengantarkan kita kepada hakekat dan kesimpulan seruan bahwa “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. Rasulullah mengingatkan, bahwa “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”. Kemudian ditimpali oleh para sufi : “mengenal Allah tidak perlu jauh-jauh, tetapi kenalilah Dia lewat diri kita sendiri”. Allah berfirman dalam surat adz-Dzariyat ayat 21: وفي انفسكم افلا تبصرون (“Dan dalam diri kamu sendiri, apakah kamu tidak melihat?”). Dengan demikian, hanya melalui berfikir kita bisa memahami diri kita sendiri. Namun, kebanyakan orang lebih suka memahami orang lain ketimbang dirinya sendiri. Orang lebih suka melihat sisi-sisi negatifnya ketimbang kebaikannya, sisi kelemahannya ketimbang kelebihannya, sehingga sosok yang dipahaminya “tidak ada bagusnya”, lebih parahnya, dia tidak menyadari bahwa sisi negatif dan kelemahan orang lain itu, juga ada pada dirinya.
Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa tadzakkur dalam ayat “subhanaka” (سبحانك), yang merupakan kalimat dzikir kepada Allah, tiada lain hasil dari tafakkur. Fikir mendahului dzikir, karena sesungguhnya tafakkur adalah “mencari” (yang dicintai), sedangkan tadzakkur adalah “mencapai” (yang dicintai), maka kuat dan sempurnanya dzikir bergantung ke pada kuat dan sempurnanya fikir. Fikir yang menghasilkan dzikir merupakan kesempurnaan dari ibadah, Ia menghasilkan ilmu, pintu-pintu ma’rifah, pengetahuan, dan keutamaan. Dengan demikian, beribadah harus dengan ilmu. Misalnya, ia harus tahu bagaimana tatacara dan makna solat, dan bagaimana hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Bukankah solat itu untuk mencegah kemunkaran? Bagaimana cara mencegah itu? Sudah barang tentu memerlukan ilmu. Sangatlah wajar jika dalam Alqur’an dinyatakan bahwa “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman tapi berilmu. Gambaran kaum sufi, bahwa “Islam mengangkat derajat orang yang berilmu (‘alim) atas orang beribadah (‘abid) seperti kelebihan bulan atas semua bintang. Kalau bulan gelap, maka bintang-bintangpun tak akan bercahaya. Kalau tidak dengan ilmu, maka ibadah kita menjadi hampa; kalau tidak ada ilmu gelaplah kehidupan manusia, dan gelap pula dunia.
Tafakkur dan tzakkur akan menghasilkan keimanan yang kuat dan ilmu yang terpelihara dari kebatilan. Iman tidak boleh diterima dengan taklid buta. Islam tidak mempertentangkan antara iman dan berfikir, bahkan menegaskan bahwa perbedaan antara manusia dan hewan adalah berfikir bukan keimanannya, baru kemudian yang menjadi perbedaan manusia dengan manusia lainnya adalah ketaqwaannya.

Wallahu a’lam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: